Yuk, Bunda, Ajarkan Buah Hati untuk Memegang Botol Susu Sendiri!

ASI dapat diberikan secara langsung pada buah hati ataupun melalui botol khusus, Bunda. Jika dulu Ayah dan Bunda lah yang memegang botol susu bayi. Mungkin, kini saatnya bagi Bunda untuk melatih anak memegang botol susunya sendiri. Apalagi ketika anak memasuki usia 6 bulan, di mana kemampuan motorik sudah mulai berkembang. Pasalnya menurut ahli, di usia ini, anak sudah bisa memindahkan benda dari tangan satu ke tangan yang lainnya, Bunda. Nah, buat Bunda yang masih bingung bagaimana harus mengajarkan buah hati, simak dulu tipsnya di bawah ini, yuk!

Perhatikan pola perkembangan motorik

Bayi mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang cepat sejak ia dilahirkan. Salah satunya yaitu perkembangan kemampuan untuk menggerakkan anggota tubuh dengan melibatkan otot, saraf, dan tulang. Inilah yang disebut sebagai kemampuan motorik, Bunda. Sebelum mulai mengajarkan anak untuk memegang botol susu bayi, coba perhatikan dan lihat perkembangan motoriknya secara seksama. Apakah si kecil sudah memiliki kemampuan untuk membuka dan menutup tangannya secara mandiri? Atau apakah sudah muncul minat dalam diri anak untuk memegang barang di sekitar? Jika ya, tandanya anak sudah siap. Kalau belum, tunggu sampai ia siap sepenuhnya, ya, Bunda.

Letakkan pada posisi yang tepat

Agar si kecil dapat memegang botol susunya sendiri, penting bagi Bunda untuk memerhatikan posisi bayi. Nah, posisi yang tepat yaitu berbaring dalam pelukan Ayah atau Bunda. Pastikan kepala anak lebih tinggi dari kaki, ya, serta disangga dengan tangan. Sebaiknya, hindari memegang botol susu bayi dengan posisi yang terlalu lurus dan tegak. Posisi ini sangat tidak dianjurkan karena dapat membuat anak tersedak, Bunda.

Jangan isi botol sampai penuh

Botol susu bayi tips
Sumber: raisingchildren.net.au

Bunda, si kecil masih dalam proses belajar untuk memegang botol susunya sendiri. Oleh karena itu, jangan langsung mengisi botol susu bayi sampai penuh, ya. Isi secukupnya saja. Sebab, semakin penuh isinya maka akan semakin berat botol untuk dipegang. Sebagai awalan, Bunda bisa mengisinya sebanyak seperempat botol. Kemudian, arahkan botol yang berada dalam genggaman anak ke arah mulut secara perlahan. Barulah saat tangan bayi sudah terbiasa, jumlah susu dalam botol tadi bisa ditambah secara berkala.

Ciptakan situasi yang mendukung

Kondisi ruangan yang terlalu bising dapat mengganggu konsentrasi bayi. Bayi akan lebih fokus pada apa yang terjadi di sekitar, dibandingkan pada botol yang sedang ia pegang. Akibatnya, ia malah sedikit menelan susu dan lebih banyak menelan udara, Bunda. Untuk itu, sebelum buah hati meminum susu dari botolnya, usahakan situasinya tenang dan mendukung, ya, agar tidak banyak gangguan.

Berikan dukungan, jangan memaksakan

Sama halnya dengan orang dewasa, anak pun perlu waktu untuk belajar, Bunda. Tidak serta-merta ia bisa hanya dengan 1 atau 2 kali latihan saja. Apalagi bayi yang motoriknya belum berkembang dengan sempurna. Belum lagi, ada saja momen di mana si kecil seperti “ogah-ogahan” saat harus memegang botolnya sendiri. Duhhh! Kalau sudah begitu, biarkan dan jangan dipaksa, ya, Bunda. Ia pasti akan mengambil kembali botol susu bayi ketika lapar.

Sudah tahu tipsnya, kan, Bunda? Jangan lupa diterapkan di rumah, ya. Semoga tips tadi bermanfaat!

Oh iya, biasanya saat si kecil minum dari botol susu bayi, tidak jarang susunya menetes ke mana-mana. Akibatnya, sprei kamar harus sering dicuci deh, agar tidak lengket. Nah, supaya Bunda nggak repot membersihkannya lagi, gunakan saja sprei anti air, ya.

 

Leave a Comment

Show Buttons
Hide Buttons