Kulit Gatal Saat Hamil? Atasi dengan Cara Ini, Bunda!

Selama hamil biasanya tubuh akan mengalami banyak perubahan. Salah satunya adalah peregangan kulit akibat perut yang semakin membesar, Bunda. Tidak jarang hal ini menimbulkan rasa gatal yang mengganggu dan membuat bumil jadi tidak nyaman. Akan tetapi, saat gatal sebaiknya Bunda tidak menggaruknya, ya. Kalau tidak, kulit akan menjadi luka atau malah infeksi. Duhh, nggak mau kan, Bunda? Oleh karena itu, Bunda perlu mengatasi masalah kulit gatal saat hamil dengan cara yang tepat. Berikut langkah yang bisa dilakukan. Apa saja?

Kompres dengan es

Menggaruk bukanlah cara yang benar untuk mengurangi rasa gatal pada kulit. Daripada menggaruk, lebih baik jika Bunda mengompresnya dengan es batu. Es ini akan memberikan sensasi dingin yang dapat meredakan gatal-gatal. Namun, jangan langsung menempelkan es batu pada kulit ya, melainkan bungkus es tersebut dengan kain terlebih dahulu. Kalau nggak punya es di rumah, Bunda bisa kok menggantinya dengan air dingin.

Jangan mandi dengan air panas

Saat rasa gatal datang, sebaiknya ibu hamil tidak mandi dengan air panas. Kenapa begitu? Ya, pasalnya air panas dapat mengurangi kadar minyak, sehingga kulit menjadi kering. Kondisi kulit yang kering ini akan memicu timbulnya gatal atau malah memperparah rasa gatal yang ada, Bunda. Alih-alih menggunakan air panas, Bunda bisa menggunakan air dingin atau paling tidak air hangat suam-suam kuku untuk mandi.

Cermat memilih produk perawatan

Masalah kulit gatal saat hamil
Sumber: parents.com

Selama hamil, kulit menjadi lebih sensitif, Bunda. Itulah mengapa, Bunda nggak boleh sembarang dalam memilih produk perawatan tubuh. Untuk sabun mandi, sebaiknya gunakan sabun dengan pH yang ringan dan tidak memiliki kandungan pewangi. Hindari juga penggunaan sabun pada daerah yang gatal, ya. Selain itu, Bunda bisa menggunakan baby oil ataupun gel lidah buaya untuk meringankan rasa gatalnya. .

Aplikasikan pelembap kulit

Penyebab timbulnya masalah kulit gatal bisa jadi karena kondisi kulit yang terlampau kering. Sebagai solusinya, Bunda dapat mengoleskan moisturizer secara teratur,guna menjaga dan meningkatkan kelembapan kulit. Jika kulit lembap, rasa gatal pun akan berkurang, Bunda. Namun, perhatikan produk moisturizer yang akan digunakan, ya. Pastikan produk tadi aman untuk ibu hamil serta tidak mengandung pewangi yang dapat menyebabkan iritasi.

Kenakan pakaian longgar

Jika rasa gatal tidak kunjung berkurang, mungkin ini saatnya Bunda memperhatikan kembali pakaian yang dikenakan. Bisa jadi, pakaian Bunda sudah terlalu sempit sehingga kulit sering bergesekan dengan kain. Untuk itu, ibu hamil disarankan memilih pakaian yang cukup longgar. Pilih juga pakaian dengan bahan katun yang nyaman dan mudah menyerap keringat. Hal ini akan mencegah rasa gatal semakin parah.

Gunakan humidifier

Tidak hanya moisturizer saja, Bunda. Cara lain untuk mencegah kulit agar tidak kering yaitu memasang humidifier alias pelembap udara, terutama pada kamar atau ruangan yang menggunakan AC. Sesuai namanya, alat ini akan bekerja dalam menjaga kelembapan udara sehingga kulit tidak cepat kering, Bunda.

Itulah tadi ragam cara untuk mengatasi masalah kulit gatal pada ibu hamil. Jika cara di atas sudah dilakukan, namun rasa gatal tak kunjung berkurang, segera berkonsultasi dengan dokter, ya, Bunda. Hal ini agar masalah tadi dapat diatasi dan gatal pada kulit tidak semakin parah.

Selain kulit yang meregang selama kehamilan, perubahan hormon juga menyebabkan sensitivitas kulit menjadi meningkat, Bunda. Hal yang biasanya tidak berdampak pada kulit, bisa saja menimbulkan reaksi alergi secara tiba-tiba, seperti debu dan jamur dalam rumah. Sebagai langkah pencegahan, Bunda disarankan untuk rutin membersihkan area rumah. Bunda juga bisa mengganti sprei yang ada dengan sprei anti jamur dari aisha sprei, ya.

Leave a Comment

Show Buttons
Hide Buttons