Ini Dia Manfaat “Tummy Time” untuk Si Kecil. Bunda Sudah Tahu?

Hampir semua bayi menghabiskan seluruh waktunya untuk berbaring dalam posisi telentang, terutama di awal usianya. Namun, ternyata terlalu banyak telentang tidak baik untuk bayi, lho, Bunda. Para ahli menyarankan agar Bunda sesekali memberikannya waktu untuk tengkurap alias tummy time. Tummy time ini merupakan salah satu dari beberapa latihan pertama bagi si kecil karena bisa dilakukan bahkan sejak beberapa hari setelah bayi lahir. Akan tetapi, jika merujuk pada rekomendasi American Academy Pediatrics, Bunda sebaiknya mengenalkan anak pada tummy time saat ia memasuki usia 3 bulan. Lalu, kira-kira apa saja sih manfaat dari “waktu tengkurap” untuk buah hati, Bunda?

Mencegah flat head syndrome

Beberapa penelitian menemukan bahwa kurangnya waktu untuk tengkurap dapat meningkatkan resiko flat head syndrome atau plagiocephaly. Flat head sendiri dalam bahasa Indonesia lebih dikenal dengan istilah “peyang”, yaitu suatu kondisi di mana kepala bayi terlihat datar di bagian belakangnya. Hal ini terjadi karena bayi telentang dalam waktu lama, ditambah tulang tengkorak bayi yang belum sepenuhnya mengeras, Bunda. Nah, salah satu cara mencegahnya yaitu dengan memberikan tummy time ini.

Menguatkan otot-otot tubuh

Jika si kecil hanya telentang sepanjang hari, ia tidak menggunakan banyak otot, Bunda. Lain halnya saat bayi berada pada posisi tengkurap. Otot yang biasanya jarang digunakan, kini mulai terlatih dan akhirnya semakin kuat. Mulai dari otot lengan, leher, perut, sampai otot punggung, semuanya menguat karena “dipaksa” untuk menahan beban tubuh serta mengangkat kepala bayi. Semakin kuat otot-otot tadi, maka semakin cepat pula untuk anak dapat duduk, merangkak, dan berjalan nanti, Bunda.

Mendorong perkembangan kognitif

Manfaat tummy time perkembangan kognitif bayi
Sumber: mommyasia.id

Tummy time kan hanya baik untuk perkembangan fisik anak saja. Eitss, jangan salah, Bunda. Meskipun aktivitas ini melatih otot-otot tubuh, tapi dengan tengkurap, perkembangan bayi yang lain bisa distimulasi juga, kok. Salah satunya yaitu perkembangan kognitif. Saat tengkurap, si kecil akan melihat lingkungan dari sudut pandang yang berbeda, dibandingkan saat ia telentang di atas kasur. Kini, ia dapat melihat interaksi antara Ayah dan Bunda. Ia juga dapat memutar pandangannya dan mengeksplor benda serta mainan yang ada di sekitar. Dengan begitu, perkembangan kognitifnya pun dapat meningkat.

Meningkatkan kemampuan melihat

Bunda mungkin bertanya-tanya, bagaimana sih pengaruh tummy time dalam menstimulasi kemampuan melihat buah hati? Ya, sederhananya aktivitas ini akan membuat anak lebih mampu dalam memfokuskan penglihatannya. Fokus untuk melihat Ayah dan Bunda ketika berbicara, serta fokus pada mainan kesukaannya. Dengan fokus, bayi akan lebih sadar akan apa yang terjadi di sekitar dan dapat melihat dengan lebih jelas. Di samping itu, ia dapat melatih gerak mata ke kanan dan ke kiri, serta ke atas dan ke bawah, berbeda saat telentang saja di mana arah pandangnya sangat terbatas.

Menguatkan ikatan dengan bayi

Saat Bunda sedang memberikan tummy time untuk buah hati, jangan diam saja, ya! Sebisa mungkin ajak bayi berinteraksi. Bunda bisa mengajaknya berbicara, bermain, serta menyanyikan lagu untuknya. Bunda pun boleh meletakkan bayi pada perut Ayah dan Bunda atau istilahnya tummy-to-tummy time. Nah, dengan melakukan ini secara rutin, ikatan dengan si kecil akan semakin kuat, deh, Bunda.

Walaupun memiliki banyak manfaat untuk perkembangan buah hati, ingat untuk tidak melakukannya secara berlebihan, ya, Bunda. Berikan tummy time dengan waktu dan frekuensi yang sewajarnya. Para ahli menyarankan agar aktivitas ini dilakukan 2 sampai 3 kali sehari dengan durasi sekitar 5 menit. Pastikan area di sekitar aman dari benda yang berbahaya. Pastikan pula bahan sprei anak karakter lembut, ya, agar tidak melukai kulit sensitif bayi.

Leave a Comment

Show Buttons
Hide Buttons