Ajarkan Tummy Time, Begini Panduannya Agar Aman dan Menyenangkan, Bunda!

Bunda, rupanya ada latihan yang bisa diberikan pada bayi bahkan sejak usia 0 bulan, lho. Ada yang bisa tebak? Ya, betul sekali, Bunda, jawabannya adalah tummy time. Kalau diubah ke dalam bahasa Indonesia sih, tummy time berarti waktu untuk tengkurap. Nah, menurut para ahli, latihan ini memiliki segudang manfaat untuk tumbuh kembang bayi. Mulai dari melatih otot tubuh, menstimulasi perkembangan kognitif, sampai mencegah flathead syndrome atau kepala peyang. Meski begitu, perlu orang tua ketahui bahwa memberikan latihan tummy time nggak boleh asal.  Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, tentunya agar si kecil aman dan merasa senang. Apa saja sih? Berikut panduannya, Bunda!

Durasi yang tepat

Walaupun latihan tummy time sangat bermanfaat, tapi untuk melakukannya, jangan berlebihan, ya, Bunda. Bunda juga perlu memperhatikan durasi serta frekuensinya. Untuk bayi baru lahir, cukup 2 sampai 3 kali dalam sehari dengan durasi sekitar 3 menit. Lalu, secara perlahan waktu bisa ditambah seiring dengan bertambahnya usia anak. Untuk lebih jelasnya, Bunda bisa konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak, ya.

Hindari melakukan tummy time setelah makan

Bunda, saat Bunda tengkurap dalam keadaan perut yang penuh, rasanya pasti tidak nyaman, ya? Begitupun dengan bayi. Itulah alasannya mengapa tummy time setelah makan tidak dianjurkan. Bunda sebaiknya memberikan jeda waktu, kurang lebih 45 menit sampai 1 jam sebelum mengajarkan latihan ini pada bayi. Pasalnya, kondisi perut yang penuh, ditambah penekanan karena tengkurap bisa menyebabkan bayi “gumoh” atau muntah.

Cari posisi yang pas

Tummy time bayi menyenangkan
Sumber: thefirstcook.net

Tahukah Bunda bagaimana posisi yang paling membuat bayi nyaman selama melakukan tummy time? Menurut ahli, posisi yang nyaman yaitu posisi tengkurap di atas perut Bunda. Pertama-tama, cobalah duduk bersandar di atas kasur, kemudian angkat dan letakkan bayi secara perlahan. Lalu, Bunda  bisa menyangga tubuh bayi dengan bantal atau selimut. Bantal dan selimut tadi akan membantu si kecil dalam beradaptasi sambil menguatkan tubuhnya sendiri.

Ajak bayi berinteraksi

Ketika melakukan aktivitas tengkurap, jangan diamkan buah hati, ya, Bunda. Sebisa mungkin ajak ia untuk berinteraksi. Bunda bisa ikut berbaring sambil mengajaknya berbicara, membacakan cerita, ataupun menyanyikan lagu favoritnya. Selain menguatkan bonding atau ikatan, hal ini dapat mengalihkan perhatian anak juga, lho. Terlebih, bayi biasanya tidak betah jika harus tengkurap untuk waktu yang lama. Baru sebentar, ia sudah menangis karena tidak nyaman. Untuk itu, lakukan ini secara terus menerus, sampai ia akhirnya terbiasa, ya, Bunda.

Berikan permainan

Selain mengajaknya berinteraksi, ada cara lain untuk menghibur dan mengalihkan perhatian anak, Bunda. Ada yang bisa tebak? Ya, seratus! Cara lainnya yaitu memberikan mainan kesukaan si kecil. Coba pilih beberapa dari banyaknya mainan yang ia miliki, bisa rattle, bola, atau mainan yang lainnya, lalu letakkan di dekat bayi. Jangan banyak-banyak, ya, cukup beberapa saja, supaya anak tidak bingung, Bunda. Dengan adanya mainan ini, dijamin si kecil akan semakin bersemangat dan tidak bosan selama melakukan aktivitas tengkurap.

Dengan tips di atas, latihan tummy time jadi semakin menyenangkan, ya, Bunda. Pastinya aman juga, selama Bunda tidak meninggalkan si kecil tanpa pengawasan. Sebab, jika tidak, resiko akan SIDS atau sindrom kematian bayi mendadak justru semakin besar. Duhh, jangan sampai ya, Bunda!

Selain itu, saat tengkurap sebisa mungkin bayi berada pada permukaan yang empuk, bisa tempat tidur, bisa juga matras, Bunda. Jangan lupa, pastikan sprei dan kasur dalam keadaan bersih, ya, guna mencegah timbulnya masalah kesehatan, seperti alergi karena kondisi sprei yang jarang dicuci. Supaya nggak repot, Bunda bisa menggunakan sprei waterproof yang pastinya mudah untuk dibersihkan.

 

 

Leave a Comment

Show Buttons
Hide Buttons